I guess it's not far from the truth if I said, we as consumers are seldom win in this country. When we pay our bills late, our punishment awaits. But if suppliers fail to give us service or event adequate service, it's our loss and all we can do is submit complaint.
Any who, this rant is inspired by a stupid small thing that bugs me a lot. There's one mini mart in my office building. I always buy my cigarette from them because they always have supply, they're close and their price (of the cigarette) is lower than the warungs around my building. They charge 8.150 rupiah for a pack of Lucky Strike Lights. The thing is, they NEVER have change even for Rp. 100 coins. All they have is 500 coins. So what did I get when I bought the cigarette? It'll cost me 8.500 rupiah and I'd get bonus of a bunch of candies I didn't even eat. I spoke to the cashier girl few weeks a go:"Mbak, if you don't have the change for such a price, why don't you just round it up to 500s? I don't mind paying 8.500, it's still considerably cheap". The Mbak answered "People would complain if we raise our price". And they wouldn't when you gave them a bunch of candies instead of the change they deserved? Confusing.
Until I stocked up many of 50s coins. Now I pay my cigarette with any amount of money (up to Rp. 50.000 bill) and I give the Mbak 150 rupiah in coins, so she give me the change of 42.000 rupiah. Not without scowling. Ha di Ha Ha.
It's stupid, I know. But who gives a shit when it feels so good not to be irked by those damn candies.
 | Good idea....
And always give them bills Rp 50,000 and Rp 100,000 !!
That will make them more miserable.... Susah nyari uang kembalian utk kasir...
Note: You know lah that cashiers always ask you "Ngga ada uang pas atau uang pecahan yg lebih kecil" with that nasty look?
I usually answer "Yg kasir kan Mbak, bukan saya... Jadi saya ngga pegang uang kecil" |
 | ember... sebenernya gak sedikit sih kasir yang helpful, tapi kalo yang nanya2 soal uang lebih kecil itu menurut gue emang nyebelin. kalo ada juga gue akan kasih (kecuali emang niat gue nuker duit gede, hehehe) uang pas, kalo lu ga ada stok, tugas lu cari lah. ya termasuk itu... if you DARE to put prices as Rp. 9.125 you HAVE to have small change as little as Rp. 25, - I think that's logical. |
 | mbak ley itu kan emang udah akal2an biar mereka meraup untung lebih gede tapi terkesan tetap murah. Yang lebih ngehe adalah suatu malam sekitar 3 pekan lalu di shelter busway tosari (sekitar jam 9an), saya maw pulang, uang tinggal 20 ribu selembar... si mbak2 bagian kasirnya gini "nggak ada kembalian" Saya: "Lah terus?" Mbak-mbak: "Ya nggak ada kembalian" Saya: "Terus saya mau naik bes gimana?" Mbak-mbak: dengan senyum sinis merendahkan "Emang mau nggak dikasih kembalian? Ya nggak bisa."
NAJEEESSHHH!!!! padahal di situ dia berdua sama mas-mas bagian jaga palang. Kenapa nggak suruh cowok itu lari nyari tukeran duit receh sihhh!!! Sambil misuh-misuh eke akhirnya naik Kopaje ajeh... BOGLOK deh... *masih fuming kalo inget* |
 | You could always keep all the candy and use it as legal tender to ...
... buy more cigarrettes there. |
 | gue paling sebel kalo kembalian gue berbentuk permen..itu trick mereka buat dpt untung. |
 | mungkin maksudnya loe musti beli Rokoknya rada banyak... 3 buah sekaligus. kalo dulu di supermarket malah ada harga 1435. najis kan. |
 | good way to do it! hahaha |
 | iya, balik aja ke jaman barter... |
 | kayaknya memang mesti siap sedia receh, biar kita sebagai konsumen gak dirugikan. tapi sebel juga ya. kenapa mesti kita yang repot2 sih??? |
 | Yap. Aku juga pernah dapat kembalian lima puluhan dalam bentuk permen di Hero (sekarang Giant). Terus waktu bayar 13.150. Aku kasih 13 ribu, seratus rupiah, dan satu permen.
Eh, nggak mau dia. Padahal itu permen yang sama, cuman beda seminggu. |
 | Don't even get me started on supir taksi yang nggak punya kembalian tapi nggak mau berbuat apa2 alias mengharapkan kita yang cari duit kecil!!! |
 | kesimpulannya: konsumen ga pernah menang... |
 | mandey wrote on Apr 25, edited on Apr 25 Hihihi pengalaman gue adalah di pintu tol ketika harus bayar, di antara uang2 lain gue kasih 10 keping Rp 50 yg artinya kan sama aja dengan Rp 500. Mbaknya misuh2, lha ya kan uangnya masih laku yak...aneh bener. |
 | tapi kalo kembaliannya tingting lo mau kan? hehehe. x) |
 | ahahhahha gue pertimbangkan lah ;P |
 | contoh lain: ke tempat makan [biasanya cafe atau restoran], foto makanannya menggiurkan sedemikian rupa, tapi setelah dipesan ternyata tidak sesuai foto/brosur. misalnya di foto 'paket chicken nugget' ada 8 buah, setelah dipesan ternyata hanya 4 buah. "Ini memang 4 buah pak, yang 8 hanya fotonya saja."
it's a rip off. |
 | di bali udah lama kayak gitu. kembalian di bawah rp 500 = permen. akhirnya gue bilang kalo kembaliannya permen, gue juga boleh bayar pake permen dong. next time i went there again, i really paid with candies. dan mbak kasirnya juga boleh2in aja. |
 | ehm...gw punya receh banyak abisss, ampe bingung..dan sekarang gw tiap bayar parkir pake recehan semuanya...ampe tukang parkirnya empet..
hhehehe..agak ga nyambung yah.. tapi intinyaa, "coins' itu makin lama makin ga penting..mungkin perlu dieliminasi aja dari peredaran..but i guess it wont solve the problem.. |
| |