Beberapa hari yang lalu, dengan niat menguji kemandirian, gue bawa Yoko run some errands ke BSM berdua doang. Yoko gue bawa di gendongan depan seperti ransel, terus saya belanja di Giant dan beli roti. Mumpung berhenti saya putuskan untuk sekalian mengambil uang tunai di ATM.
Antrian ada 4 orang. Seorang ibu mengantri di belakang gue.
"Duuh lucunya! Umur berapa Mbak?" ibu itu memegang kaki Yoko.
"6 minggu tante", gue menatap tangannya curiga.
"Ha? Kok udah diajak jalan-jalan? Mana berangin lagi, taro di mobil aja gih", katanya memasang muka concern.
"Ngga bisa, saya pergi berdua saja", gue mulai males.
Mbak-mbak yang ngantri di depan gue juga ikut menoleh ke arah gue dan Yoko. Terus nimbrung.
"Iya Mbak, ngga bawa topi ya? Nanti sakit loh bayinya", tapi si mbak sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda menyuruh gue duluan masuk ke atm vestibule.
"Ngga papa, Insya Allah dia kuat", sengit gue udah mulai susah disembunyiin.
Si Mbak masuk ke atm vestibule. Keep in mind kalo gue nggendong Yoko di depan, bawa tas gede di bahu dan di tangan sebelah bawa plastik lumayan berat 3 biji.
Si Mbak keluar dari vestibule, gue cepet-cepet masuk dan kejepit pintu gara-gara si Mbak won't bother to hold the door open for me. Bitch.
Gue ngambil uang, terus mengumpulkan barang bawaan dan kembali tergopoh-gopoh membuka pintu vestibule berusaha keluar dari ruangan sempit dengan bawaan banyak. Si ibu cerewet memperhatikan usaha gue dengan muka tak berdosa dan tidak sedikitpun bergerak untuk membantu membukakan or GOD FORBID memegangkan pintu untuk gue. Bitch.
And I thought we women stand up for each other. I guess we are - infact - on our own.